Budidaya jabon di lokasi anda 2014

Pada dasarnya pohon jabon ini sudah tersebar hampir di seluruh wilayah Indonesia. sejak dikenalkan sebagai tanaman industri pada tahun 2008, tanaman ini menjadi primadona pada tahun 2011 dan 2012. namun pada perkembangannya, tanaman ini mendapat banyak kritikan dan isu-isu negatif yang cenderung membuat peminatnya semakin berkurang semenjak tahun 2012. pada tahun 2014 ini, pada beberapa kesempatan berkeliling jawa, banyak pembudidaya yang telah beralih ke komoditas lain. alasannya bermacam-macam, dari banyaknya info negatif mengenai pohon jabon, hingga ketakutan bahwa pohon jabon ini tidak akan laku dijual pad kemudian hari.

hal ini tentu menjadi fokus utama saya untuk kembali menegaskan bahwa tanaman ini sejatinya memang benar adalah tanaman kehutanan yang pada waktu panen yang tepat, dapat dimanfaatkan sebagai kayu seperti jenis tanaman lainnya. bahwa banyak isu mengenai jenis kayu ini yang sama dengan jenis tanaman berbuah (pepaya) itu tidak benar. dan bahwa isu mengenai tanaman jabon ini tidak laku dijual, saya tegaskan bahwa hal itu tidak benar.

memang ada perbedaan-perbedaan mendasar akan beberapa informasi yang telah disampaikan dalam beberapa buku dengan kondisi real yang ada. namun tidak mengubah keseluruhan informasi sehingga seolah-olah menanam jabon adalah kegiatan yang sia-sia..

penjelasan singkat akan hal ini telah disampaikan sebelumnya, dan saat ini kami ingin mendapatkan feedback (umpan balik) mengenai informasi kondisi tanaman jabon di kota anda.

monggo dicomment saja…

UPDATE INFO JABON 2014 (BUDIDAYA DAN PEMASARAN)

bagi para investor yang berminat dalam mencoba atau mengembangkan bentuk investasi pertanian Jabon, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, antara lain :

1. Jangan lakukan sistem “tanam tinggal” seperti yang dilakukan pada beberapa komoditas kayu lainnya, hal ini dikarenakan jabon muda sangat rentan terhadap hama dan gulma, dianjurkan Untuk merawat jabon sampai dengan usia minimal 1 tahun, agar dapat bertahan hidup dengan baik.

2. Diusahakan menanam jabon dengan jarak tanam yang paling sesuai (3X3 m) agar pertumbuhan dan perkembangan jabon tidak terganggu pada awal dan ketika hampir panen. jarak tanam juga berpengaruh pada efektifitas kita dalam merawat jabon.

3. Dianjurkan untuk tidak menanam di daerah dataran rendah atau persawahan yang saluran irigasinya belum atau tidak kondusif, dikarenakan akan terjadi penghambatan pertumbuhan jabon yang cukup signifikan sehingga jabon tidak dapat tumbuh sebagaimana mestinya. pada beberapa kasus, pertumbuhan jabon akan berhenti pada usia 2-3 tahun, dan cenderung akan stagnan karena akar tidak dapat berkembang dengan baik. dan beresiko akan mengalami roboh jika tertiup angin yang sangat kencang.

4. Selain itu, permasalahan konversi lahan juga cukup mengkhawatirkan, sehingga seyogyanya kita tidak melakukan konversi lahan sawah menjadi perkebunan tanpa alasan yang mendesak, perlu dicatat bahwa SEKTOR PERTANIAN (BUDIDAYA PADI) sangat menguntungkan jika dikelola dengan baik dan profesional.

5. Dianjurkan tidak menebang pohon jabon sebelum masa panennya datang. hal ini dikarenakan pohon jabon merupakan satu dari banyak tanaman cepat tumbuh yang SECARA KEBETULAN STRUKTUR MORFOLOGISNYA SAAT MUDA TIDAK DAPAT SEPENUHNYA DIGUNAKAN SEBAGAI KAYU SEPERTI HALNYA SENGON.

6. Hal ini menegaskan bahwa informasi mengenai TANAMAN JABON SAMA DENGAN PEPAYA YANG BATANG TENGAHNYA BOLONG TIDAK BENAR. sakali lagi saya sampaikan bahwa informasi tersebut tidak benar dan HARUS DILURUSKAN..

7. Berdasarkan observasi selama dua tahun ini, didapatkan hasil bahwa Jabon usia muda (2-4 tahun) dengan diameter 10-30 cm SUDAH DIGUNAKAN DAN DIMANFAATKAN oleh beberapa TEMPAT PENGGERGAJIAN untuk beberapa tujuan. NAMUN tidak dapat digunakan untuk kayu yang bertujuan untuk konstruksi.

8. Berdasarkan pengalaman kami mengolah dan memanfaatkan kayu jabon usia muda, didapatkan hasil bahwa kelas kekuatan jabon memang BAIK, dan bahkan melebihi sengon jika dilakukan beberapa treatment lanjutan, seperti dikeringkan terlebih dahulu sebelum digunakan. Terlepas dari kondisi kayu gubal yang akan mengering dan membentuk lubang sebesar diameter 0.5-1 cm di beberapa potongan kayu yang telah diolah tersebut, namun masih sangat layak untuk dapat digunakan.

9. Berdasarkan analisa kami mengenai kekuatan kayu jabon sampai dengan saat ini, masih belum dapat merekomendasikan jika kayu jabon muda (2-4 tahun) digunakan sebagai bahan palet (peti kayu) untuk beberapa industri dan sebagai bahan konstruksi.

10. Berdasarkan analisa kami, beberapa pabrik plywood (kayu lapis) tidak menerima kayu jabon jika di dalamnya masih terdapat kayu gubal (gabus) yang melekat, dan tidak menutup kemungkinan untuk dapat menerima jika kayu gubal tersebut dihilangkan, namun untuk saat ini hal tersebut sulit dipenuhi oleh kayu jabon usia muda jika tidak menggunakan treatment tertentu.

11. Selain peruntukan industri kayu lapis, pada penggergajian lokal masih tetap menggunakan jabon untuk beberapa peruntukan, bahkan beberapa diantaranya tetap berani menggunakan jabon sebagai kayu konstruksi pengganti sengon, namun untuk lebih lanjutnya belum dapat kami terangkan karena masih dalam tahap penelitian.

12. Sehubungan dengan hal-hal tersebut, maka kami beranggapan bahwa jabon sebenarnya masih sangat layak untuk dibudidayakan , namun perlu perbaikan informasi bahwa USIA INVESTASI JABON KHUSUSNYA DI PULAU JAWA ADALAH SEKITAR 6-7 TAHUN, BUKAN 3-5 TAHUN seperti yang disampaikan selama ini. dan ini berarti berpengaruh terhadap analisa pembiayaan dan penghasilan sampai dengan masa panen.

13. oleh karena itu, baik para investor yang telah memiliki pohon jabon di usia 3-5 tahun dan berminat untuk menjualnya, saya sarankan untuk tidak menjualnya dan menunggu 1-2 tahun lagi, agar perhitungan investasi anda akan terwujud sesuai harapan.

14. bahwa tanaman jabon merupakan tanaman kayu telah diakui bersama, dan seperti yang kita ketahui bahwa kayu akan selalu dibutuhkan oleh masyarakat, sehingga jika sampai ada orang yang mengatakan JABON TIDAK LAKU DIJUAL, maka saya akan dengan keras menyanggah pernyataan.

15. kami dari pihak swasta dan rekan-rekan di berbagai institusi pendidikan terkait (IPB, UGM, dll) masih terus mengembangkan informasi mengenai jabon sehingga dapat menutupi setiap kekurangan jabon itu sendiri.

oleh karena itu, bagi para calon investor yang tidak siap untuk menanam dan mengembangkan jabon dengan segala kelebihan dan kekurangannya dalam waktu yang ditentukan, maka saya sampaikan dari saat ini lebih baik anda mencari komponen investasi yang lain, karena jika anda berminat menanam dan tidak siap untuk memanen, maka apa yang anda lakukan selama beberapa tahun akan sia-sia.

sekian artikel terbaru dari kami, jika ada informasi tambahan, dapat disampaikan dalam komentar yang akan kami tindaklanjuti segera.

salam,

Jibril Susanto, SP

MOHON MAAF LAHIR BATHIN

Senin, 11 Agustus 2014,,

Sehubungan dengan datangnya hari kemenangan idul fitri 1435H, Kami selaku pendiri dan pengelola blog ini, ingin menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pembaca dan pihak yang pernah dan sedang terkait dalam hubungan bisnis maupun non-bisnis jika selama bekerja sama dengan kami terdapat berbagai kekurangan, ketidak nyamanan, keluhan, serta bentuk-bentuk kesalahan lain yang timbul karena kurangnya kami dalam memberikan pelayanan yang baik. semoga kita termasuk orang-orang yang kembali fitri.. Amin YRA

kemudian dari itu, kami akan mencoba memberikan informasi yang lebih lengkap dan beragam ke depannya.

saran dan kritik sangat dibutuhkan untuk menyempurnakan artikel dan informasi yang dibagikan.

terima kasih

Wassalamualaikum wr.wb.

TROBOSAN BARU PENGELOLAAN JABON

AGROFORESTRI SOLUSI UNTUK PENGELOLAAN TANAMAN JABON  DI AREAL DATARAN TINGGI

Agroforestri merupakan bentuk pengelolaan lahan yang mengkombinasikan tanaman kehu-tanan (forestry) dengan tanaman pertanian (agro). Pola penanaman agroforestry saat ini banyak diterapkan di unit-unit pengelolaan kehutanan nasional seperti Perum Perhutani yang ada di Jawa. Dengan menggunakan pola tanam tersebut, keuntungan yang didapatkan dari kegiatan pengelolaan sebuah hamparan lahan dapat lebih maksimal dari pada dengan pola tanam biasa (konvensional). Tidak hanya di Indonesia, bahkan pola tanam/sistem agroforestry ini sangat banyak diterapkan di banyak negara seperti Thailand, Australia, Canada, dan juga German dalam melakukan sistem tata kelola lahan kehutanannya.

Pada dasarnya, agroforestry ini mirip dengan pola tanam tumpangsari. Namun perbedannya terletak pada jenis tanaman yang ditanam dan umur tanamannya. Tumpangsari lebih kepada tanaman pertanian seperti palawija dengan waktu panennya yang relatif singkat, sedangkan agroforestry lebih kepada tanaman kehutanannya atau tanaman pohon-pohonan (untuk diambil kayunya) dengan waktu panen lumayan lama.

 Image

(Pola tanam Agroforestry)

Kondisi lahan di dataran tinggi mempunyai potensi untuk diterapkannya program ini. Selain memang berpotensi, sistem ini juga dapat membantu penyediaan unsur hara pada lahan-lahan yang miskin hara misalnya pada proyek penanaman di atas bukit yang sangat sulit akses kendaraan menuju ke lokasi, sehingga tanaman sangat kurang mendapat asupan nutrisi terutama nutrisi tambahan yang berasal dari pemupukan. Hal ini terindikasi dari pertumbuhan tanaman jabon yang sangat lambat.

Image

            Gambar diatas merupakan salah satu contoh areal/lahan tumpangsari tanaman daun bawang dengan jabon yang belum lama dilakukan oleh seorang petani Jabon dengan petani lokal sayuran di daerah Sukabumi. Kegiatan tersebut baru dilakukan kurang lebih baru sekitar 3-4 bulan. Dapat kita lihat bahwa tanaman dapat terjaga dari semak belukar (pengganggu), dan terlebih lagi jika para petani melakukan pemupukan terhadap tanaman bawangnya, maka tanaman jabon juga akan ikut mendapatkan nustrisi dari pupuk itu.

            Coba dapat kita bandingkan antara tanaman yang ditumpangsari dengan yang tidak ditumpangsari, sangat berbeda jauh dari segi kualitas dan pertumbuhan tanaman jabon tersebut.

ImageImage

 

Walaupun sama-sama dilakukan pembersihan, namun terlihat jelas pertumbuhan tanaman tanpa Tumpangsari (atas) lebih lambat dibandingkan tanaman dengan  tumpangsari (bawah).

Selain itu, sistem tumpangsari/agroforestry juga mempunyai manfaat positif  baik itu bagi unit manajemen (pengelola lahan tanaman jabon), maupun untuk sosial-ekonomi masyarakat sekitar. Berikut disajikan perbandingan manfaat antara sistem agroforestry dengan sistem pengelolaan biasa.

Tabel Perbandingan manfaat dari sistem biasa dan agroforestry

No.

Keterangan Manfaat

Penanaman Jabon

Dengan Agroforestry

Tanpa Agroforestry

1.

Tanaman cepat tumbuh tinggi

×

2.

Kontraktor harus membersihkan lahan :

-          Pembabatan

-          pembokoran

×

×

3.

Kontraktor harus melakukan pendangiran tanaman

×

4.

Kontraktor harus mendatangkan pupuk untuk memupuk tanaman

×

5.

Masyarakat dapat lebih terbantu perekonomiannya

×

6.

Ada penghasilan tambahan dari lahan sebelum kayu panen

×

7.

Lahan dapat terkelola dengan maksimal

(hasil maksimal dari potensinya)

×

8.

Penghasilan yang didapat

$$$

$$

            Tentunya masih banyak lagi manfaat lainnya yang bisa didapat dari sistem pengelolaan lahan secara Agroforestry. Namun, beberapa hal yang perlu digaris-bawahi, bahwa agroforestry ini tidak sembarangan untuk dilakukan, karena perlu analisis lebih lanjut terkait dengan jenis tanaman agro, kelerengan tanah, dan juga pengetahuan masyarakat.

**Bersambung….

 

Staff Konsultan : Alex Fahutan

Penjelasan mengenai Green Tropical Forest | Planting Consultant

Bismillahirrahmaanirrahiim,,

Tidak terasa sudah beberapa bulan saya tidak aktif dalam blog ini karena kesibukan di lapang, tapi kunjungan tidak berhenti hadir dari saudara-saudara yang berminat dan ingin mengenal dan mendalami pertanian secara luas.

Terima kasih juga bagi anda yang menghubungi saya secara langsung karena memang saya jarang online, sedangkan keseharian saya banyak dihabiskan di kebun, sehingga tidak sempat membalas comment di blog ini. Mudah-mudahan tidak mengurangi niat saya untuk berbagi informasi dan pengalaman dalam bidang pertanian, khususnya tanaman jabon dan pepaya california.

Setidaknya ada tiga hal yang ingin saya sampaikan dalam topik ini, diantaranya menyangkut klarifikasi-klarifikasi yang mungkin menjadi bahan pertanyaan dan kesimpangsiuran anda selama ini.

1. Dalam kaitannya identitas diri penulis. Bahwasanya dalam beberapa tahun belakang hingga saat ini pembaca mengganggap dan mengira penulis dan moderator blog ini adalah bukan sdr. Idham fahmi S.Hut (salah seorang tokoh penulis buku “bertanam jabon”), tanpa bermaksud mengurangi kredibilitas beliau, maka hari ini saya ingin mengklarifikasi bahwa penulis dan moderator dari blog ini adalah saya, JIBRIL SUSANTO, SP yang juga merupakan lulusan IPB fakultas pertanian dengan jurusan arsitektur lanskap. Meskipun begitu, segala data dan informasi yang disampaikan selama ini insyaAllah dapat dipertanggungjawabkan kebenaran dan ketepatannya karena telah didasarkan oleh pengalaman dan ilmu pengetahuan.

2. Kemudian dalam kaitannya perbedaan pendapat baik dalam teknik budidaya hingga pemanenan dan pemasaran kayu, maka penetapannya akan berbeda untuk masing-masing daerah dan informasi yang kami sampaikan tidak dapat dijadikan tolok ukur untuk setiap daerah. Bahwasanya terjadi kesalahan dalam pengaplikasian teknik di lapang yang kami sampaikan, maka banyak faktor yang mempengaruhi fenomena tersebut dan diharapkan dapat menjadi pelajaran baru bagi saya dan pastinya akan selalu saya sampaikan sebagai referensi baru bagi kepentingan bersama.

3. Dalam kaitannya mengenai blog ini, selain bermaksud untuk berbagi informasi, kami juga ingin mengajak anda untuk dapat lebih dalam mengenal pertanian secara luas dan mulai mempehatikan bidang yang selama ini menjadi identitas bangsa di mata dunia. jika dalam prosesnya jasa kami dibutuhkan, maka kami dengan senang hati membantu. dalam forum ini juga saya secara khusus ingin berterima kasih kepada anda yang telah mempercayai kami dalam membeli bibit maupun yang telah menggunakan jasa kami sebagai konsultan penanaman. mohon maaf jika dalam pelaksanaannya, baik teknis maupun teori terdapat kesalahan sehingga mempengaruhi niat dan kenyamanan anda untuk berinvestasi.

Berikut daftar beberapa investor yang menggunakan jasa kami di tahun 2011.

1. Januari 2011 : Pembelian 5000 bibit jabon (tindak lanjut pembelian 15000 bibit pada bulan Desember) di Anyer a/n Bpk Didiet T.B.

2. Februari 2011 : Pembelian 3000 bibit jabon untuk penanaman di Cianjur Selatan a/n Bpk Bambang P.

3. Maret 2011 : Pembelian dan penanaman 1100 jabon di kecamatan katibung, Lampung Selatan.

4. April 2011 : Survei lahan di kelurahan Pendopo, Prabumulih,Sumatera Selatan. a/n Rommel T. Ginting

4. Mei 2011 : Pembelian dan penanaman 1900 bibit jabon di gunung batu,kec. cijayanti, bogor. a/n Sahala B. Marpaung

5. Agustus 2011 : Penanaman pepaya california 1600 di dramaga, bogor. a/n Sahala B. Marpaung.

6. September 2011 : Penanaman 2500 jabon dan 2300 pepaya california di kec. Cigudeg, Bogor. a/n Rama T. Muskita.

7. November 2011 : Konsultan perbaikan kualitas pemeliharaan& perawatan di leuwisadeng. a/n Jend. Djoko Soemaryono. Dst,

Daftar di atas merupakan beberapa orang yang menggunakan jasa kami baik untuk sekedar mendampingi proses penanaman-pemeliharaan hingga sistem kerjasama untuk kepentingan bersama. Mudah- mudahan dapat menjadi referensi yang baik dalam pemilihan bentuk investasi yang diinginkan. Terima Kasih.

Hijau Indonesiaku Karena Hijau Jabonku

berikut merupakan beberapa proyek yang telah kami lakukan di jawa barata dan sekitarnya pada tahun 2010.

anyer (cilegon)

lido (sukabumi)

jasinga (bogor)

cianjur selatan (cianjur)

subang

bandung

garut

dan berikut yang telah kami lakukan di beberapa daerah di luar jawa barat.

kerinci (sumatera)

binjai(sumatera)

pekalongan(jawa tengah)

tegal (jawa tengah)

bangka (sumatera)

bintan (sumatera)

pelayanan kami dalam program penanaman antara lain :

1. penjualan benih, bibit sosis, bibit siap sapih, maupun penjualan bibit jabon siap tanam

2. konsultasi pembibitan hingga penanaman3. kontraktor pembibitan hingga penanaman
kami mengutamakan pelayanan dan hubungan baik kepada pelanggan, dan terutama tujuan utama kami adalah tanaman tumbuh subur dan sehat sesuai dengan harapan penanam.

 

idealisme dan semangat para generasi muda akan terus kami galakkan demi terciptanya indonesia yang hijau.

stok jabon

berikut stok benih, bibit sosis, dan bibit siap tanam yang dimiliki greentropicalforest :
benih jabon grade ada 2 kg —> Rp 4.000.000,- /kg
pengambilan dan ekstraksi : Januari 2011
bibit sosis —> tergantung pemesanan
bibit siap tanam —> sesuai pemesanan, stok di lapang siap bawa 20000 bibit.
siap melayani konsultasi dan kontraktor penanaman dengan standar prosedur profesional.
dapat membantu survei kesesuaian lahan untuk peersemaian, penanaman dan penebangan.
informasi lebih lanjut
jibril susanto 085693060506/081398846803
idham fahmi 085691701519/081319169150